Posted by: fitracahyo | October 9, 2010

Mudahnya Reksadana Online

Ini adalah tulisan kedua saya tentang reksadana. Bukan bermaksud menggurui, namun hanya sekedar sharing pengalaman saja.

Bermula dari perasaan repot tentang reksadana konvensional yang mengharuskan saya untuk  bolak-balik ke kantor cabangnya untuk sekedar top-up, dan dari sebuah comment di blog saya tentang reksadanan online, maka saya pun mulai search sana-sini untuk sekedar belajar tentang reksadana online ini. Dan tak lama kemudian, saya memutuskan untuk membuka rekening reksadana di danareksa online.

Mengapa danareksa?  Ya maklum, berhubung ilmu tentang reksadana masih  dangkal, jadi invesment bank berplat merah masih  saya  anggap pilihan yang aman.

Pengalaman registrasi di danareksa sungguh suatu pengalaman yang mengesankan. Semua hal bersifat online, bisa dikerjakan dari rumah, kantor, atau di manapun asal ada koneksi internet.

Pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir online di websitenya. Dalam hitungan menit, formulir tersebut dikirim ke email kita untuk ditandatangani dan dikirimkan ke kantor danareksa. Untuk mempercepat pembukaan rekening, formulir yang sudah ditandatangani bisa dikirim via email atau fax. Bila formulir sudah dikirim via email/fax, dalam 1 hari rekening sudah diapprove dan kita bisa segera bertransaksi online.

Pengalaman bertransaksi reksadana online juga tidak kalah asyiknya. Tinggal klik sana, klik sini, dan transfer sejumlah yang kita beli di form pembelian online, maka dalam beberapa hari proses sudah completed dan kita bisa segera melihat besar investasi kita di websitenya. Sangat mudah! Yang sedikit mengganjal adalah lama waktu proses yang mencapai 5 hari terhitung dari saya transfer uang ke danareksa. Mungkin karena via kliring, jadi agak lama. Namun tetap aja terasa kelamaan. Semoga bisa diimprove di kemudian hari. (Update 14-05-2010: Setelah mencari tahu, ternyata yang menyebabkan top-up lama yaitu karena nomor rekening yang saya transfer kurang 2 digit di belakang. Masih syukur nyampe dengan selamat. Setelah mencoba top-up yang kedua, ternyata jauh lebih cepat. Satu hari pertama sudah diapprove, dan di hari berikutnya sudah masuk. Jadi kira-kira 1.5 harian.)

Kinerja investasi bisa kita monitor kapanpun secara online. Sedangkan berdasarkan historinya, produk-produk syariah tetap menunjukkan taringnya dengan kinerja yang cukup tinggi dibandingkan produk-produk non-syariah, yaitu sekitar 20%-an/tahun. Namun dalam dunia investasi, history bukanlah masa depan … anything can happen.

Mungkin itu saja sharingnya, selamat berinvestasi!

Sumber: http://www.danareksaonline.com

Posted by: fitracahyo | April 12, 2010

Power Supply … Go Green!

Ketika merakit sebuah komputer baru, banyak orang yang menganggap sebelah mata terhadap power supply … termasuk saya, setidaknya sampai kira-kira seminggu yang lalu ketika akhirnya komputer saya mati total. Ya, power supply saya telah “berhasil” menewaskan motherboard dan membuat salah satu harddisk saya bad sector.

Sebenarnya ada apa dengan power supply tersebut?

Untuk informasi, saya memakai power supply bawaan casing Simbadda SimCool dengan rating 430 watt. Sementara, merujuk pada psu calculator di http://extreme.outervision.com/psucalculator.jsp, kebutuhan daya komputer saya adalah 307 watt (dengan load 90%). Dengan rating psu 430 watt dan kebutuhan daya komputer 307 watt, seharusnya semua masih baik-baik saja.

Browsing sana-sini, akhirnya saya menyimpulkan bahwa masalah ada pada efisiensi power supply. Rata-rata, efisiensi psu bawaan casing adalah 60% – 70%. Bahkan menurut beberapa sumber, ada yang di bawah 60%, terutama bagi psu yang tidak mencantumkan dengan jelas efisiensinya.

Pada kasus saya, dengan load sekitar 307W, komputer sudah menunjukkan gejala kurang pasokan listrik. Entah harddisk yang tiba-tiba tidak detek bila DVD writer sedang burning (hilang seperti halnya USB flash disk dicabut dari colokannya), atau DVD writer yang tidak mau jalan dan harus mengorbankan satu-dua fan di harddisk cooler agar bisa nyala lagi, dsb. Dengan kondisi seperti ini, saya menyimpulkan bahwa 307W adalah output maksimal psu saya. Dibandingkan dengan ratingnya yang 430W, nilai 307W ini hanyalah 71,4%nya saja.

Efisiensi power supply dihitung dari perbandingan daya output DC yang dihasilkan dengan daya input AC yang disedot. Bila dianggap efisiensi psu saya adalah 70%, maka daya AC yang disedot sesungguhnya adalah:

100% / 70% x 307 W = 438,6 W

Saya tidak bisa bilang bahwa psu SimCool ini bermasalah. Pemakaiannya saja yang melebihi batas.

Bila kita perhatikan label psu di atas, maksimum arus pada tegangan +12V adalah 14A. Ini artinya daya DC maksimum adalah sebesar 12V x 14A = 168W. Tentunya ini adalah nilai yang sangat kecil, karena saat ini periferal komputer cenderung menyedot tenaga dari tegangan 12V, dan bukannya 5V atau bahkan 3,3V.

Go Green!

Berkaitan dengan judul Go Green! di atas, ternyata psu yang kita pakai membuang energi dalam bentuk energi panas. Semakin kecil efisiensi sebuah power supply, energi yang dibuang akan semakin besar. Untuk lebih jelasnya, simak contoh bagan di bawah:

PSU 400W dengan efisiensi 70% dan load 50% (200W)

PSU 500W dengan efisiensi 70% dan load 50% (250W)

Pada kasus saya, kondisinya lebih parah lagi. Panas yang terbuang sebesar 131,6 watt! Lihat bagan berikut:

430W PSU dengan efisiensi 70% dan load 307W

Dengan energi terbuang 131,6 watt dan anggap pemakaian 2 jam/hari, maka dalam 1 tahun saya telah membuang energi sebesar:

131,6 watt x 2 jam/hari x 365 hari = 96068 watt jam = 96,068 kWh

Berdasarkan www.scientificblogging.com, setiap kwh listrik menghasilkan emisi karbon (CO2) sebesar 1,37 pounds, atau sama dengan 0,621422 kg. Pada kasus saya, emisi karbon selama setahun karena energi terbuang adalah sebesar:

96,068 kWh x 0,621422 kg/kWh = 59,69873 kg

Wow! Hampir sama dengan berat orang dewasa. Padahal saya sudah memakai komputer tersebut selama 2 tahun ……..

Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, sepertinya sudah saatnya saya beralih ke power supply dengan efisiensi tinggi. Agar meyakinkan, psu harus memiliki sertifikasi 80 Plus. Bagi yang belum mengenal sertifikasi 80 Plus, bisa membaca lebih jauh di sini. Pilihan saya akhirnya jatuh pada PSU Xigmatek NRP-PC502 500W, yang telah mengantongi sertifikasi 80 Plus Bronze. Perlu diketahui bahwa 80 Plus mengeluarkan sertifikasi (dari yang terendah): 8 Plus Standard, 80 Plus Bronze, 80 Plus Silver, dan 80 Plus Gold.

Menurut sertifikasi test 80 Plus, PSU Xigmatek ini memiliki efisiensi sekitar 85%:

Jika dipasang di komputer saya yang menyedot 307 watt, maka energi panas yang terbuang adalah sebesar 54,2 watt saja! Coba bandingkan dengan psu dengan efisiensi 70% yang membuang energi panas sebesar 131,6 watt.

500W PSU dengan efisiensi 85% dan load 307W

Hmmm … penghematan energi yang cukup lumayan. Energi yang terbuang dalam 1 tahun:

54,2 watt x 2 jam/hari x 365 hari = 39566 watt jam = 39,566 kWh

Emisi karbon dalam setahun:

39,566 kWh x 0,621422 kg/kWh = 24,58716 kg

Bandingkan dengan psu lama saya yang menghasilkan 59,69873 kg dalam setahunnya. Sungguh suatu penghematan emisi karbon yang sangat lumayan. Bayangkan bila semua komputer di bumi ini memakai psu dengan sertifikasi 80 Plus. Berapa besar penghematan energi listrik dan emisi karbon yang diperoleh? Pastinya sangat fantastis.

Jadi jangan dulu beranggapan bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan terhadap komputer kita berkaitan dengan pola hidup yang lebih hijau dan ramah lingkungan. Saat ini sudah eranya green computing. Cotoh di atas baru mengambil sample power supply. Masih banyak periferal komputer lain yang menawarkan pilihan-pilihan ke arah green computing.

Jadi, jangan berpikir panjang. Go green! It is better …

Overview Xigmatek NRP-PC502

1. Package

Mengusung tema green computing, Xigmatek NRP-PC502 ini dipackage dengan menggunakan bahan daur ulang (recycle). Kalimat “Build A Forest In Your PC” tertulis dengan huruf besar di kardusnya.

Di bagian bawah kardus tertulis klaim sbb:

  • menghemat 23360 watt dalam 1 tahun
  • mengurangi emisi CO2 sebesar 14,6 kg
  • menyelamatkan 1,26 pohon berusia 40 tahun
  • tidak ada pohon yang ditebang untuk pembuatan kardus ini

2. Unboxing

Kurang lebih beginilah ketika kardus dibuka:

Satu hal yang disayangkan adalah psu ini masih memakai polyfoam dalam packagenya sebagai bahan peredam benturan. Bahan ini tentunya kurang ramah lingkungan. Sebenarnya ada alternatif lain yaitu bahan daur ulang yang dibentuk berongga-rongga seperti pada package beberapa DVD writer.

Inilah power supply unitnya, dengan built quality yang sangat baik, difinish dengan warna matte grey.

Pada labelnya tertulis max watt = 500W, dengan 444W sendiri pada output 12V. Tentunya ini sangat mumpuni untuk komputer saya dan komputer pada umumnya, karena sebagian besar periferal komputer menyedot listrik pada output 12V.

Semua kabelnya dilindungi oleh mesh sleeve, yang diklaim mampu memperlancar sirkulasi udara dan panas di dalam casing PC, dan tentunya menambah kerapian casing PC.

Konektor 4 pin molexnya pun memiliki design yang agak berbeda dari biasanya. Menurut pengalaman saya, ternyata design seperti ini lebih memudahkan kita untuk bongkar-pasang.

3. Performance

Dalam setiap pengujian yang dilakukan oleh 80 Plus, PSU Xigmatek ini terbukti mampu menunjukkan efisiensi yang sangat tinggi. Bahkan pada full load (505 W DC Out), psu ini berhasil mencapai efisiensi 84,36%. Pantaslah ia mendapatkan sertifikasi 80 Plus Bronze.

Untuk lebih detilnya, silahkan merefer ke testing report dari 80 Plus berikut:

SP662 1_XIGMATEK_NRP-PC502_ATXV12_500WReport

Posted by: fitracahyo | March 15, 2010

Cara Top Up Reksa Dana Mandiri

Saya ingin berbagi pengalaman singkat dalam hal reksa dana, karena kebetulan hari ini saya baru saja membeli 2 buah produk reksa dana dari Bank Mandiri, yaitu Mandiri Investa Keluarga (MI-Keluarga) dan Mandiri Investa Atraktif – Syariah (MITRA – Syariah).

Sebetulnya sudah lama sekali saya ingin berinvestasi di reksa dana. Namun karena berbagai alasan (waktu dan dana), baru sekarang bisa terwujud.

Sebelum saya memutuskan untuk membeli reksa dana Mandiri, saya sudah browsing sana-sini tentang beberapa produknya, khususnya di situs http://www.mandirinvestasi.co.id. Produknya memang banyak sekali, sehingga cukup memusingkan awalnya. Dari situs itu, saya jadi tahu bahwa ternyata untuk memulai investasi reksa dana tidak lah harus memiliki dana yang besar. Cukup dengan Rp 500 ribu saja kita sudah bisa memulai membeli beberapa produk reksa dana.


Hal yang ingin saya tekankan dalam tulisan singkat saya ini adalah tentang top up reksa dana Mandiri. Semula saya mengira top up reksa dana bisa dilakukan sendiri via transfer ATM atau internet banking, sehingga memberikan kemudahan/fleksibilitas kepada saya jika nantinya ingin melakukan top up. Ternyata, untuk top up nasabah harus datang sendiri ke Bank Mandiri untuk mengisi form. Bisa diwakilkan, asal dilengkapi dengan surat kuasa bermaterai. Tentunya hal ini cukup merepotkan bagi sebagian orang, termasuk saya.

Hal yang mengejutkan saya, untuk top up nasabah harus datang ke cabang di mana nasabah tersebut membuka reksa dana (menurut CS yang melayani saya). Jadi tidak bisa top up di sembarang cabang Bank Mandiri. Untuk yang terakhir ini, saya belum dapat memastikan kebenarannya, karena menurut logika saya, antar cabang Mandiri seharusnya sudah online. Harus saya tanyakan dulu ke layanan onlinenya untuk mengkonfirmasi hal ini.

Dua hal di atas sempat memberikan kekecewaan tersendiri bagi saya. Fleksibilitas yang saya harapkan ternyata tidak ada. Namun karena memang sudah lama ingin membeli reksa dana, dan karena pelayanan dan penjelasan dari CS yang saya nilai sangat baik, terlebih ditambah dengan reputasi baik Bank Mandiri, maka akhirnya saya beli juga reksa dana Mandiri, MI-Keluarga dan MITRA-Syariah. Semoga membawa hasil.

Demikian tulisan singkat tentang top up reksa dana Mandiri. Harapan saya, dikemudian hari ada improvement/inovasi dari Mandiri untuk memudahkan top up produk reksa dananya.

Semoga bermanfaat.

Posted by: fitracahyo | January 10, 2010

Solusi: Pioneer DVR-218L gagal membakar DVD-R

Kira-kira seminggu yang lalu saya membeli sebuah DVD writer internal Pioneer DVR-218L SATA, dengan versi firmware 1.02. Setelah menginstall di PC saya, saya sempat agak kecewa karena ternyata DVD writer ini tidak bisa membakar DVD-R merk GT-Pro yang saya miliki. Beberapa kali saya coba, tetapi selalu gagal. Berikut adalah screen shot kejadian yang saya alami:


Kemudian saya coba dengan DVD+RW merk Verbatim, dan ternyata bisa membakar dengan sukses. Saya mulai mengira bahwa drive Pioneer ini tidak kompatibel dengan media DVD-R merk GT-Pro (mohon maaf, saya belum sempat mencobanya dengan DVD-R merk lain).

Kemudia saya coba membakar DVD-R merk GT-Pro tersebut di laptop saya, dan ternyata dibakar dengan sukses. Ini artinya, tidak ada masalah dengan DVD-R merk GT-Pro tersebut. Dugaan saya tentang kompatibilitas tersebut semakin menguat.

Saya coba browsing mencari update firmware di website Pioneer. Siapa tahu dengan update firmware, masalah ini bisa terselesaikan. Namun ternyata, Pioneer belum merelease update firmware untuk DVR-218L.

SOLUSI:

Setelah mencoba berbagai cara, ternyata saya berhasil menemukan salah satu cara yang bisa menyelesaikan masalah ini….. yaitu di setting BIOS motherboard, tepatnya di bagian SATA mode.

Masalah muncul ketika SATA mode saya set ke AHCI. Setelah saya set ke IDE, ternyata drive Pioneer saya dapat membakar media DVD-R merk GT-Pro dengan baik.

Saya tidak tahu pasti apa sebabnya. Mungkin firmware yang belum matang, mungkin juga hal lain. Saya juga belum tahu pasti apakah kasus seperti ini hanya terjadi pada drive dengan firmware 1.02 seperti yang saya miliki atau tidak. Yang jelas, saat ini saya dapat menggunakan drive Pioneer saya tersebut tanpa masalah.

Bagi Anda yang menemukan masalah yang sama, semoga tulisan singkat saya ini berguna.

Update 24 Oktober 2010:

Ternyata masalah yang sama muncul pada notebook Axioo Neon MLC milik saya yang menggunakan DVD writer TSSCorp. Bila SATA mode diset ke AHCI, praktis DVD writer tidak dapat membakar keping DVD-R. Saya coba download firmware BIOS terbaru dari website Axioo, install, dan ternyata masalah pun teratasi. Walaupun menggunakan mode AHCI, notebook saya tetap dapat membakar DVD-R. End of problem!

Rupanya masalah gagal burning pada DVD writer pada modus AHCI banyak diperbincangkan di forum-forum di internet. Incompatibility antara hardware, firmware, dan/atau software burner menjadi permasalahannya.

So, bagi yang tidak mau repot, silahkan pakai mode IDE yang kuno tapi masih oke. Perbedaan performance antara IDE dan AHCI pun tidak akan terasa, karena biasanya bottleneck tetap pada kinerja mekanis. Hanya saja, bila sudah terlanjur menginstall Windows pada mode AHCI dan ingin pindah ke mode IDE, mau-tidak mau harus install ulang Windows.

Sekian, semoga bermanfaat.

Posted by: fitracahyo | December 26, 2009

350, Angka Paling Penting di Bumi

Ini bukanlah lama bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda, atau bahkan harga rumah tipe 100/140 di Jabodetabek. Bukan juga angka fiksi-ilmiah sejenis 2012 yang lagi populer itu. Angka ini adalah angka ilmiah yang begitu penting karena ia menjadi salah satu tolok ukur bagaimana nasib bumi kita tercinta ini.

Panas, mungkin merupakan salah satu hal yang akhir-akhir ini makin sering kita rasakan di daerah Jabodetabek ini. Bukan hanya di Jabodetabek, hal ini juga dirasakan di berbagai belahan bumi, yang seperti kita ketahui dikenal dengan istilah Global Warming. Berdasarkan pemantauan, telah terjadi kenaikan sekitar 0.74 derajat Celcius pada abad ke-20, dengan trend kenaikan yang semakin tajam pada 3 dekade akhir. Catatan di 2004 bahkan menunjukkan kenaikan sebesar 0.4 derajat Celcius. Ini tentunya sangat mengkhawatirkan kita semua, karena banyak sekali impact negatif yang langsung kita rasakan dari hal ini.

Hal utama penyebab terjadinya pemanasan global ini adalah terus-menerusnya dilepaskannya berbagai gas rumah kaca ke atmosfer bumi. Salah satu gas rumah kaca yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pemanasan global adalah karbon dioksida (CO2).  Karbon yang pada awalnya tersimpan di dalam lapisan bumi dalam bentuk minyak bumi ataupun batu bara mulai dilepaskan ke atmosfer secara besar-besaran sejak terjadinya revolusi industri. Saat ini, konsentrasi CO2 di atmosfer tercatat telah mencapai 390 ppm (sumber lain mengatakan 387 ppm).

Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa 275 ppm adalah konsentrasi CO2 yang ideal. Pada konsentrasi ini, CO2 yang ada dirasakan cukup untuk menjaga suhu bumi agar dapat ditempati oleh manusia dan makhluk hidup yang lain. Tanpa adanya CO2, bumi akan menjadi sangat dingin karena tidak ada panas yang terperangkap oleh lapisan atmosfer. Konsentrasi 275 ppm ini terjaga sejak awal sejarah manusia di bumi, hingga kira-kira 200 tahun yang lalu sejak revolusi industri terjadi.

Banyak ilmuwan dan ahli iklim setuju bahwa ada suatu batas atas (upper limit) konsentrasi CO2 di atmosfer yang dianggap masih aman. Batas yang disetujui banyak kalangan saat ini adalah 350 ppm, yang sesuai dengan judul artikel ini merupakan angka terpenting di bumi saat ini. Angka ini muncul dari hasil penelitian tim ilmuwan NASA yang dipimpin oleh Jim Hansen pada Desember 2007. Tentunya hal ini sangat mengejutkan bagi kita karena saat ini konsentrasi CO2 telah mencapai angka 390 ppm (atau 387 ppm, menurut sumber lain), yang merupakan angka tertinggi dalam catatan sejarah bumi. Belum lagi dengan kenaikannya yang sekitar 2 ppm tiap tahun.

Konsenstrasi CO2 yang jauh di atas batas aman ini telah mengakibatkan berbagai impact negatif yang kita rasakan saat ini, seperti naiknya suhu di permukaan bumi, mencairnya es di mana-mana, naiknya tinggi permukaan air laut, menjamurnya berbagai penyakit daerah panas seperti malaria dan demam berdarah, berkurangnya kandungan air tanah secara tajam di berbagai daerah sehingga mempengaruhi produksi pangan dan kehidupan manusia, dan masih banyak lagi yang lain. Jika dibiarkan terlalu lama, maka akan berdampak pada perubahan global yang tak terkendali. Akibat terparahnya adalah bumi menjadi sebuah planet yang tidak layak huni bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Tentunya kita tidak menginginkan hal seperti ini terjadi.

Ilustrasi di bawah ini mungkin akan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada kita tentang efek pemanasan global terhadap lapisan es di Antartika.

Dalam sejarah bumi, belum ada satu pun makhluk hidup yang mempu memberikan dampak sedemikian hebat selain manusia. Dengan akalnya, manusia telah mampu menciptakan peradaban yang luar biasa di muka bumi ini. Namun sayangnya, dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan usia bumi yang sudah mencapai 4 juta tahun, manusia juga telah menciptakan berbagai kerusakan di muka bumi.

Kini saatnya kita merenungkan apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan ini. Tidak perlu muluk-muluk, kita mulai dari hal-hal sederhana yang bisa kita kerjakan sendiri seperti menanam pohon, menghemat pemakaian bensin dan listrik, atau membuat sumur-sumur resapan. Sekecil apapun hal yang kita kerjakan akan memberikan manfaat tersendiri setidaknya bagi lingkungan kecil di sekitar kita.

Sumber:

Posted by: fitracahyo | December 25, 2009

Nothing Wasted Project, World Challenge 09

Baru-baru ini, Indonesia berhasil menjadi salah satu jawara di kompetisi tingkat dunia, World Challenge 09, yang diselenggarakan oleh BBC World News Limited. Kompetisi ini bertujuan untuk menyaring project-project maupun bisnis kecil dari seluruh penjuru dunia, yang mampu menunjukkan inovasi dan kompetisi tanpa memberikan dampak negatif terhadap bumi.

Vote for IndonesiaPada ajang tahun ini, World Challenge 09 diikuti oleh lebih dari 900 peserta dari berbagai negara, yang kemudian diambil 12 terbaik berdasarkan penilaian juri. Kedua belas finalis ini kemudian akan dipertarungkan dalam voting tingkat dunia, yang pada event ini mencapai 127.800 vote.

Dalam kesempatan kali ini, Indonesia diwakilkan oleh sebuah project berjudul “Nothing Wasted” yang didukung oleh Danamon Peduli Foundation, yang berhasil mengantarkan Indonesia ke posisi runner-up, sejajar dengan tim dari US dengan projectnya “Fungi Town”. Sementara itu, yang berhasil menjadi 1st winnernya adalah tim dari Sri Lanka dengan project “Bright Idea”.

“Nothing Wasted” adalah sebuah projek yang sederhana namun berdampak besar terhadap lingkungan. Project ini me-recycle sampah-sampah dari pasar tradisional di Indonesia, dan mengolahnya menjadi kompos. Seperti kita tahu, bahwa sampah dari pasar-pasar tradisional di Indonesia sangatlah besar volumenya, yang mungkin sekitar 80% lebih darinya berasal dari sampah sayuran, yang dapat diolah menjadi kompos. Ya, sebuah project yang cukup sederhana namun berbobot.

Bayangkan bila project ini benar-benar dijalankan dengan efektif di Indonesia. Timbunan sampah akan berkurang drastis, yang sudah jelas akan berimbas positif bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Belum lagi hasil “sampingan”nya berupa kompos yang sudah pasti akan bermanfaat bagi pertanian dalam negeri, mengurangi pengangguran, dan bahkan mengurangi emisi gas rumah kaca (yaitu dari hasil pengolahan sampah yang kurang tepat dengan cara dibakar).

Ternyata, Indonesia sekali lagi mampu membuktikan diri di kancah internasional.
Maju terus, Indonesiaku!

Sumber:

Categories